ABS
(Anti-lock Braking System)
Jika roda terkunci pada kondisi pengereman mendadak, cengkraman dengan jalan hilang. grip. Kasus uni langsung mengurangi stabilitas dan pengendalian, dan jarak berhenti terlalu dekat.
Kendaraan modern disesuaikan
dengan tenaga dan sistem pengereman yang dapat dipercaya dari jarak pengereman
yang baik bahkan pada kecepatan tinggi. Tetapi pengereman yang terbaik didunia
tidak akan mencegah reaksi kendaraan yang tidak terkontrol atau pengereman yang
dilakukan oleh pengemudi dalam kondisi mengendarai atau situasi lainnya.
Perkiraan khusus bahwa 10%
kecelakaan disebabkan oleh kehilangan kendali karena roda-roda terkunci
ABS (for Anti-lock Braking
System) diciptakan untuk mengurangi resiko ini, dan kendaraan disesuaikan
dengan ABS yang menggunakan kestabilan yang baik bahkan kondis mengerem
mendadak Jadi ABS membuat pengendalian lebih aman
Jika roda terkunci pada kondisi pengereman mendadak, cengkraman dengan jalan hilang. grip. Kasus uni langsung mengurangi stabilitas dan pengendalian, dan jarak berhenti terlalu dekat.
Pengereman yang maximum didapat dari cengkraman ban. Dan cengkraman tertinggi, jarak pengereman terdekat.
Roda terkunci disebabkan oleh:
– Kebaikan hasil pengereman
– Pengendalian yang tidak menentu, dengan resiko yang serius saat slip.
– Penggunaan ban yang berlebihan dan tidak sesuai.
Satu cara untuk membatalkan roda terkunci adalah kebatas tenaga pengereman ke ban sekitar 20%. Masalah ini ketidaktepatan pengukuran pengendara pada gaya pengereman yang benar,khususnya pada kondisi panik. Dari alasan ini banyak kendaraan yang disesuaikan dengan sistem otomatis. Sistem ini dikenal sebagai ABS, atau Anti-lock Braking System.
A. Tujuan sistem ABS
Ada beberapa tujuan yang dicapai pada kendaraan yang
dilengkapi dengan sistem ABS antara lain :
- Kemampuan pengendalian stir baik saat pengereman penuh
- Stabilitas kendaraan tetap baik saat pengereman pada semua
kondisi jalan.
- Jarak pengereman sekecil mungkin dapat tercapai.
B. Komponen ABS
Gambar 14.1 Komponen Rem ABS
Keterangan :
1.
Unit hidraulis
2.
Sensor putaran roda
3.
Kontrol unit ABS
4.
Silinder master
5.
Kaliper
6.
Lampu kontrol ABS
C. Fungsi Komponen ABS
Komponen
ABS memiliki fungsi masing-masing sehingga sistem dapat bekerja sesuai dengan
tujuan yang akan dicapai :
- Sensor putaran dan roda gigi, membangkitkan
sinyal listrik de-ngan menginduksikan arus bolak balik berdasarkan putaran
roda.
- Kontrol unit , berfungsi :
·
Menghitung percepatan / perlam-batan
roda, menghitung besaran slip dan menentukan kecepatan reverensi kendaraan.
·
Menetapkan sinyal listrik
untuk mengendalikan katup regulator tekanan
·
Rangkaian keamanan memeriksa
fungsi dari sinyal in put sebelum dan selama katup regulator te-kanan bekerja ® fungsi ABS berhenti dan lampu menyala.
- Unit hidraulis berfungsi :
·
Meregulasi tekanan rem umum- nya
pada tiga posisi kerja di setiap roda :
·
Mempertahankan tekanan pada
silinder roda.
·
Menurunkan tekanan pada silin-
der roda walaupun pedal rem tetap diinjak
·
Menaikkan tekanan pada
silinder roda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar